Senin, 08 Juni 2015

Batasi Konsumsi Makanan dan Minuman ini Selama Berpuasa

REPUBLIKA.CO.ID, Puasa mengajarkan manusia untuk bersabar sekaligus menahan diri. Karena itu ketika puasa umat Muslim tidak dianjurkan berpesta dengan makanan, melainkan membatasi diri dan memilih makanan serta minuman yang baik untuk tubuh.

Sejumlah bahan makanan dan minuman perlu dibatasi konsumsinya selama berpuasa.  Selain mengganggu pencernaan, bahan makan dan minuman di bawah ini mampu menghambat penyerapan zat-zat penting oleh tubuh.

Pisang
Pisang merupakan sumber potasium, magnesium dan karbohidrat yang baik bagi tubuh. Namun, pisang dapat menyebabkan sembelit. Jika tetap ingin mengkonsumsi pisang saat berpuasa, disarankan mengimbanginya dengan asupan serat yang cukup.

Karbohidrat olahan
Dikutip dari BBC, hanya perlu waktu tiga sampai empat jam untuk mencerna sumber karbohidrat olahan dan makanan cepat saji. Dengan begitu, tubuh menjadi cepat lapar.  Kedua makanan ini banyak mengandung gula dan tepung putih.

Gorengan dan makanan pedas
Gorengan dan makanan pedas memang menyenangkan untuk dikonsumsi. Namun konsumsi yang terlalu banyak, terlebih selama berpuasa dapat menimbulkan masalah pencernaan, seperti asam lambung, mulas dan begah.

Jika terlanjur terlalu banyak mengkonsumsi makanan di atas, sebaiknya segera diimbangi dengan mengkonsumsi makanan kaya serat. Roti gandum, sayuran, kacang-kacangan dan buah-buahan dapat membantu mengurangi masalah pencernaan.

Minuman berkafein
Kopi dan teh sebaiknya dihindari saat sahur.  Terlalu banyak mengkonsumsi kedua minuman di atas dapat menghilangkan garam mineral yang banyak dibutuhkan tubuh pada siang hari.

Rabu, 03 Juni 2015

Rabu, 08 April 2015

Efek samping Minuman Energy

·         Minuman energi mengandung bermacam-macam zat perangsang, yang ketika dicampur bisa berbahaya bagi tubuh.
·         Terlalu banyak mengonsumsi kafein, yang perupakan kandungan utama dalam minuman energi dapat menimbulkan dehidrasi
·         Ada beberapa catatan kematian seseorang setelah minum minuman energi secara berlebihan.
·         Pada sebagian kasus, mengkonsumsi minuman energi secara rutin dan terus menerus selama minimal 3 tahun dapat menyebabkan penyakit gagal ginjal kronis. Alfiah Kurnia, mahasiswi Jurusan Pendidikan Biologi, FKIP, UMS Solo pada tahun 2002 meneliti minuman suplemen merk A sebagai sampel studi kasus pada tikus putih. Di lapangan (rumah sakit hemodialisa atau tempat cuci darah rutin) ditemukan fakta menarik terhadap himbauan perawat atau suster Rumah Sakit PGI Cikini seperti berikut: kalo kata mama saya, minuman energi itu bikin ginjal kerja keras ntar bisa gagal ginjal kata mama kalo sering2 minum gituan
Bukan hanya konsumsi terhadap minuman energi saja, akan tetapi juga terhadap es teh seperti dikutip dari detik health dr Parlindungan Siregar, SpPD-KGH dari bagian Ginjal dan Hipertensi, Departemen Penyakit Dalam FKUI-RSCM. Sama halnya dengan es teh, konsumsi kopi yang berlebihan dan rutin dapat menyebabkan masalah pada sistem ginjal.
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Minuman_energi

Minggu, 22 Februari 2015

Gula Pasir, Gula Batu dan Gula Merah

Gula Pasir: 

 Gula pasir paling sering digunakan dalam makanan dan minuman sehari-hari. Kopi, teh, minuman ringan atau jus umumnya menggunakan gula pasir. Tetapi ternyata gula pasir mempunyai dampak yang kurang baik bagi kesehatan pankreas dan tubuh. Gula pasir merupakan karbohidrat sederhana yang sulit dicerna dan diubah menjadi energi. Untuk mengubah gula pasir menjadi gula darah, tubuh hanya perlu 3 menit. Tetapi untuk mengubah gula darah menjadi energi yang dapat disimpan dalam otot, pankreas memerlukan waktu kira-kira 140 menit. Dengan demikian, mengolah gula pasir menjadi energi merupakan pekerjaan yang sangat melelahkan bagi pankreas. Pankreas yang normal hanya mampu mengubah 1/2 sendok makan gula pasir menjadi energi setiap hari. Berat 1/2 sendok makan gula pasir kira-kira 5 gram. Bila mengkonsumsi lebih dari 1/2 sendok gula, maka sisanya akan menjadi gula darah dan lemak tubuh. Akibatnya adalah orang menjadi bertambah gemuk, dan lama-kelamaan akan menderita diabetes. Dengan demikian, gula pasir merupakan makanan yang tidak sehat.

  Gula Batu: 

 Bagi pankreas dan tubuh, gula batu mempunyai efek yang berbeda dengan gula pasir. Untuk mengkonversi gula batu menjadi gula darah, membutuhkan waktu 3 menit. Untuk mengubah gula darah menjadi energi, juga dibutuhkan waktu 3 menit. Pankreas hampir tidak merasa lelah mengkonversi gula batu menjadi energi. Ini berarti gula batu masih merupakan karbohidrat kompleks yang sehat. Dengan demikian, gula batu merupakan makanan yang jauh lebih sehat dari gula pasir. Pankreas yang normal mampu mengkonversi 6 sendok makan gula batu menjadi energi setiap hari atau kira-kira 60 gram.

  Gula Merah: 

 Gula merah juga mempunyai efek yang berbeda dengan gula pasir. Untuk mengkonversi gula merah menjadi gula darah di dalam tubuh, dibutuhkan waktu 3 menit. Untuk mengubah gula darah menjadi energi, juga dibutuhkan waktu 3 menit juga. Gula merah masih merupakan karbohidrat kompleks yang sehat. Dengan demikian, gula merah termasuk dalam makanan sehat. Pankreas mampu mengkonversi 9 sendok makan gula merah menjadi energi setiap hari atau kira-kira 90 gram.

 Dari sumber-sumber di Internet

Jumat, 04 Oktober 2013

Pantangan Untuk Kista, Tumor & Kanker

Dengan berpantang :
1. Tauge (biji tumbuh), karena mengandung zat pendorong pertumbuhan.
2. Lengkeng (sering tumbuh)
3.Nangka (sering tumbuh)
4.Alkohol (menurunkan kadar oksigen tubuh), rokok.
5.Tape (mengandung alkohol)
6.Durian (mengandung alkohol & zat lain yang merangsang)
7.Nanas (mengandung alkohol & zat lain yang merangsang)
8.Vetsin, pewarna, pengawet (karsinogen)
9.Ikan asin/diawetkan/teri kering/terasi/ayam broiler/lemak (karsinogen & mengganggu kelancaran peredaran darah)
10.Sawi putih (mengurangi efektifitas obat)

11.Kangkung (mengurangi efektifitas obat)
12. Soft drink (karsinogen)
13. Es (mengganggu kelancaran peredaran darah)
14.Cabai (mengurangi oksigen tubuh)
15.Daging merah

Selasa, 25 Desember 2012

Jadwal Tubuh Membuang Racun


Ghiboo.com - Detoksifikasi merupakan pembuangan racun dari dalam tubuh. Secara alami, tubuh sudah melakukan detoksifikasi ringan, seperti buang air besar ataupun buang air kecil.

Namun, tubuh juga melakukan detoksifikasi secara alami di malam hari.

"Jadi, hindari tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang, karena bisa memberi kontribusi buruk dalam proses pembuangan racun dalam tubuh," ungkap Dr. Lily G. Karmel MA.
Agar pembuangan racun yang berjalan di malam hari secara optimal, ketahui jadwal biologis tubuh melakukan detoksifikasi.

21.00 - 23.00 De-toxin pada sistem antibodi (kelenjar getah bening). Jika tubuh masih bekerja (kondisi tidak santai), hal ini berdampak negatif pada tubuh dalam jangka waktu panjang. Lalui dengan tenang dan segeralah tidur.
23.00 - 01.00 Proses de-toxin di hati, harus dalam keadaan tidur.
01.00 - 03.00 Proses de-toxin di empedu dalam keadaan tidur pulas.
03.00 - 05.00 Proses de-toxin di paru-paru. Akan terjadi batuk hebat bagi penderita batuk karena pembersihan telah mencapai saluran pernapasan. Hindari obat batuk agar tidak merintangi proses pembuangan kotoran.
03.00 - 05.00 De-toxin usus besar harus membuang kotoran melalui buang air besar.
07.00 - 09.00 Waktunya penyerapan gizi makanan bagi usus kecil. Jadi sebaiknya, harus sarapan. (ins)